Friday, July 7, 2017

Nasionalisme dan Chauvinisme

Chauvinisme
Chauvinisme adalah patriotisme yang berlebihan dan kepercayaan agresif terhadap superioritas dan kemuliaan nasional. Sedangkan patriotisme dan nasionalisme mungkin mewakili kebanggaan yang moderat, chauvinisme sangat tidak masuk akal. Hal ini dapat juga didefinisikan sebagai "keyakinan irasional terhadap superioritas atau dominasi kelompok atau orang sendiri". Selain itu, orang-orang chauvinis sendiri dipandang unik dan istimewa sementara orang-orang lain dianggap lemah atau inferior.

Nasionalisme

Nasionalisme adalah konstruksi sosial multidimensi yang tercermin dalam identifikasi komunal dengan negara seseorang. Ini adalah ideologi politik yang berorientasi pada perolehan dan pemeliharaan pemerintahan sendiri, atau kedaulatan penuh, atas wilayah yang memiliki makna historis bagi kelompok tersebut (seperti tanah airnya). Oleh karena itu, nasionalisme berpendapat bahwa sebuah negara harus mengatur dirinya sendiri, bebas dari campur tangan luar yang tidak diinginkan, dan terkait dengan konsep penentuan nasib sendiri. Nasionalisme lebih berorientasi pada pengembangan dan pemeliharaan identitas nasional berdasarkan karakteristik bersama seperti budaya, bahasa, ras, agama, tujuan politik atau kepercayaan pada nenek moyang yang sama. [1] [2] Oleh karena itu, nasionalisme berusaha untuk melestarikan budaya bangsa. Seringkali juga melibatkan rasa bangga terhadap prestasi bangsa, dan terkait erat dengan konsep patriotisme. Dalam istilah ini, nasionalisme dapat dianggap positif atau negatif, dalam beberapa kasus berarti bahwa suatu bangsa harus dapat mengendalikan pemerintah dan segala cara produksi.
 
Nasionalisme itu sendiri adalah cinta akan tanah air serta paham kebangsaan persatuan dan kesatuan bangsa. Sedangkan Chauvinisme adalah kesetiaan atau rasa cinta kepada tanah air secara berlebih-lebihan. Maka, disinilah letak perbedaan antara Nasionalisme dan Chauvinisme. Perbedaan Nasionalisme seperti seorang Mahasiswa yang mencintai tanah air dimana ia dilahirkan di Indonesia yang telah merdeka, oleh karena itu ia menjaga dan melestarikan bumi pertiwi sebagai tanda bahwa ia sangat mencintai tanah kelahirannya. Seseorang yang mempunyai rasa cinta, maka ia akan mempertahankan apa yang ia miliki, sama halnya dengan seseorang yang sangat mencintai bangsa nya sendiri, ia pun akan merawat dan melindungi tanah airnya dengan setulus jiwa raganya. Perbedaan Chauvinisme banyak kita lihat salah satunya , Banyaknya aksi demo yang dilakukan oleh massa buruh, petani bahkan para mahasiswa yang memiliki jiwa intelektual, dimana seorang mahasiswa merupakan calon generasi bangsa yang berintelektual memiliki hati nurani peduli terhadap masyarakat sekitarnya. Dewasa ini, aksi demo terjadi dimana-mana, mulai dari masalah politik, korupsi bahkan kecerobohan sebuah perusahaan seperti Lumpur Sidoarjo berakhir bencana, menyebabkan banyaknya masyarakat menjadi korban. Karena masyarakat yang sangat mencintai tanah airnya, sehingga dicampur tangankan oleh politik, mencoba untuk mengadu domba menghancurkan Negara ini. Seseorang yang memiliki jiwa Chauvinisme terkadang bertindak diluar kendalinya. Demi mempertahankan keutuhan tanah airnya, ia rela berkorban jiwa dan raganya dengan cara berdemo untuk menyuarakan aspirasinya.

Pengaruh Aspek Ketahan Nasional pada Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Ketahanan Nasional adalah suatu kondisi dinamis suatu bangsa yang terdiri atas ketangguhan serta keuletan dan kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi segala macam dan bentuk ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan baik yang datang dari dalam maupun luar, secara langsung maupun yang tidak langsung yang mengancam dan membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan dalam mewujudkan tujuan perjuangan nasional.
Ketahanan nasional merupakan kondisi dinamik yang dimiliki suatu bangsa, yang didalamnya terkandung keuletan dan ketangguhan yang mampu mengembangkan kekuatan nasional. Kekuatan ini diperlukan untuk mengatasi segala macam ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang langsung atau tidak langsung akan membahayakan kesatuan, keberadaan, serta kelangsungan hidup bangsa dan negara. Bisa jadi ancaman-ancaman tersebut dari dalam ataupun dari luar.

Adapun pengaruh yang diperoleh dari ketahanan nasional itu sendiri yaitu sebagai berikut :

Pengaruh Aspek Ideologi
Ideologi adalah suatu sistem nilai yang merupakan kebulatan ajaran yang memberikan motivasi. Dalam ideologi juga terkandung konsep dasar tentang kehidupan yang dicita-citakan oleh suatu bangsa.
a. Liberalisme
b. Komunisme
c. FahamAgama

Ideologi Pancasila
Pancasila merupakan tatanan nilai yang digali/ dikristalisasikan dari nilai-nilai dasar budaya bangsa Indonesia yang sudah sejak ratusan tahun lalu tumbuh berkembang dalam masyarakat di Indonesia. Kelima sila Pancasila merupakan kesatuan yang bulat dan utuh sehingga pemahaman dan pengamalannya harus mencakup semua nilai yang terkandung di dalamnya.

Ketahanan Pada Aspek Ideologi
Ketahanan ideologi diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan ideologi bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan dari Iuar negeri maupun dari dalam negeri, yang langsung maupun tidak langsung dalam rangka menjamin kelangsungan kehidupan ideologi bangsa dan negara Republik Indonesia.

Ketahanan Pada Aspek Politik
Ketahanan pada aspek politik diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan politik bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi tantangan, gangguan, ancaman dan hambatan yang datang dari luar maupun dari dalam negeri yang Iangsung maupun tidak Iangsung untuk menjamin kelangsungan hidup politik bangsa dan negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Pembukaan UUD 1945.

Friday, May 5, 2017

Wawasan Nusantara

ecara umum, Pengertian Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa indonesia mengenai diri dan bentuk geografisnya menurut Pancasila dan UUD 1945 dalam mengutamakan kesatuan wilayah dan menghargai kebhinekaan untuk mencapai tujuan nasional. 

Pengertian Wawasan Nusantara Secara Etimologis - Secara Etimologis, Pengertian Wawasan Nusantara adalah cara pandang terhadap kesatuan kepulauan yang terletak antara dua benua yaitu asia dan australia dan dua samudra yaitu samura hindia dan samudra pasifik. Istilah wawasan nusantara berasal dari kata Wawas (Bahasa Jawa)  yang artinya "pandangan, tinjauan atau penglihatan indrawi", dan kemudian ditambahkan akhiran an , sehingga arti wawasan adalah cara pandang, cara tinjau, cara melihat. Sedangkan kata Nusantara terdiri dari dua kata yaitu nusa yang berarti "pulau atau kesatuan kepulauan" dan antara yang berarti "letak antara dua unsur yaitu dua benua dan dua samudra". Sehingga arti dari kata nusantara adalah kesatuan kepulauan yang terletak dari dua benua yaitu asia dan australia dan dua samudra yaitu samudra hindia dan pasifik.
1. Pengertian Wawasan Nusantara Menurut Definisi Para Ahli - Setelah arti umum dan etimologis wawasan nusantara, jika ditinjau dari pengertian wawasan nusantara menurut para ahli antara lain sebagai berikut... 
  • Prof. Dr. Wan Usman, Pengertian wawasan nusantara menurut definisi prof. Dr. Wan Usman adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam. 
  • Kel. Kerja LEMHANAS, Pengertian wawasan nusantara menurut definisi Kel. Kerja LEMHANAS (Lembaga Pertahanan Nasional) 1999 adalah cara pandang dan sikap bangsa indonesia mengenai diri dan lingkungan yang beragam dan bernilai startegis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa dan kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional. 
  • Tap MPR Tahun 1993 dan 1998 Tentang GBHN, Pengertian wawasan nusantara menurut definisi Tap MPR tahun 1993 dan 1998 tentang GBHN adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungan dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional. 
2. Fungsi Wawasan Nusantara - Terdapat berbagai fungsi wawasan nusantara yang baik secara umum, menurut pendapat para ahli dan pembagiannya antara lain sebagai berikut..

a. Fungsi Wawasan Nusantara Secara umum - Wawasan nusantara berfungsi sebagai pedoman, motivasi, dorongan serta rambu-rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan, keputusan, tindakan, dan perbuatan bagi penyelenggaraan Negara di pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara. 
b. Fungsi Wawasan Nusantara Menurut Cristine S.T. Kansil, S.H., MH dkk yang mengutarakan pendapatnya dalam bukunya pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi antara lain sebagai berikut..
  • Membentuk dan membina persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia
  • Merupakan ajaran dasar nasional yang melandasi kebijakan dan strategi pembagunan nasional 
c. Fungsi Wawasan Nusantara dibedakan dalam beberapa pandangan antara lain sebagai berikut..
  • Fungsi wawasan nusantara sebagai konsepsi ketahanan nasional adalah sebagai konsep dalam pembangunan, pertahanan keamanan dan kewilahayan
  • Fungsi wawasan nusantara sebagai pembangunan nasional adalah mencakup kesatuan politik, sosial dan ekonomi, sosial dan politik, dan kesatuan pertahanan dan keamanan. 
  • Fungsi wawasan nusantara sebagai pertahanan dan keamanan adalah pandangan geopolitik Indonesia sebagai satu kesatuan pada seluruh wilayah dan segenap kekuatan negara.
  • Fungsi wawasan nusantara sebagai wawasan kewilayahan adalah pembatasan negara untuk menghindari adanya sengketa antarnegara tetangga. 
3. Tujuan Wawasan Nusantara - Tujuan wawasan nusantara adalah mewujudkan nasionalisme yang tinggi dari segala aspek kehidupan rakyat indonesia yang mengutamakan kepentingan nasional dari pada kepentingan perorangan, kelompok, golongan, suku bangsa atau daerah. Kepentingan tersebut tetap dihargai agar tidak bertentangan dari kepentingan nasional. 

4. Latar Belakang Wawasan Nusantara - Wawasan nusantara dilatar belakang dalam beberapa aspek antara lain sebagai berikut..

a. Falsafah Pancasila, Pancasila merupakan dasar dalam terjadinya wawasan nusantara dari nilai-nilai yang terdapat dalam Pancasila. Nilai-nilai tersebut antara lain sebagai berikut..
  • Penerapan HAM (Hak Asasi Manusia). misalnya pemberian kesempatan dalam menjalankan ibadah sesuai dengan agama yang dianutnya. 
  • Mengutamakan pada kepentingan masyarakat dari pada kepentingan indivud dan golongan
  • Pengambilan keputusan berdasarkan dalam musyawarah mufakat. 
b. Aspek Kewiilayahan Nusantara, aspek kewilayahan nusantara dalam hal ini pada pengaruh geografi karena indonesia kaya akan SDA dan suku bangsa
c. Aspek Sosial Budaya, aspek sosial budaya dimana dalam hal ini dapat terjadi karena indonesia terdapat ratusan suku bangsa yang keseluruhan memiliki adat istiadat, bahasa, agama dan kepercayaan yang berbeda-beda, yang menjadikan tata kehidupan nasional memiliki hubungan interaksi antara golongan karena dapat menyebabkan konflik yang besar dari keberagaman budaya. 
d. Aspek Sejarah,  Dapat mengacuh kepada aspek sejarah karena indonesia memiliki banyak pengalaman sejarah yang tidak ingin terulangnya perpecahan dalam bangsa dan negara Indonesia. Dimana kemerdekaan yang didapatkan merupakan hasil semangat persatuan dan kesatuan bangsa indonesia, sehingga harus dipertahankan untuk persatuan bangsa dan menjaga wilayah kesatuan indonesia .
source:
http://www.artikelsiana.com/2015/04/wawasan-nusantara-pengertian-fungsi-tujuan.html

Friday, April 7, 2017

Hak dan Kewajiban Warga Negara

Hak
Hak adalah prinsip-prinsip hukum, sosial, atau etika kebebasan atau hak; yaitu, hak adalah aturan normatif mendasar tentang apa yang diperbolehkan dari orang atau berutang kepada orang-orang, Menurut beberapa sistem hukum, konvensi sosial, atau teori etika.Hak sangat penting penting dalam disiplin ilmu seperti hukum dan etika, terutama teori keadilan dan deontologi.

Hak sering Dianggap sangat penting untuk peradaban, yang dianggap sebagai pilar didirikan masyarakat dan budaya, dan sejarah konflik sosial dapat ditemukan dalam sejarah masing-masing kanan dan perkembangannya.

Hak Warga Negara Indonesia :
–   Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak : “Tiap warga negara berhak atas
pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan” (pasal 27 ayat 2).
–   Hak untuk hidup dan mempertahankan kehidupan: “setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya.”(pasal 28A).
–   Hak untuk membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah (pasal 28B ayat 1).
–   Hak atas kelangsungan hidup. “Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan Berkembang”
–   Hak untuk mengembangkan diri dan melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya dan berhak mendapat pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya demi
meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan hidup manusia. (pasal 28C ayat 1)
–   Hak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa, dan negaranya. (pasal 28C ayat 2).
–   Hak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta
perlakuan yang sama di depan hukum.(pasal 28D ayat 1).
–   Hak untuk mempunyai hak milik pribadi Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani,hak beragama, hak untuk tidak diperbudak,
hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun. (pasal 28I ayat 1).

Kewajiban
Kewajiban adalah tindakan seseorang diperlukan untuk mengambil dari, baik legal maupun moral. Ada Juga di Konteks normatif kewajiban lainnya, seperti kewajiban etiket, kewajiban sosial, dan mungkin dari segi politik, di mana kewajiban yang which persyaratan harus dipenuhi. Ini adalah kewajiban hukum umum, yang dapat dikenakan hukuman untuk non-pemenuhan, Meskipun orang-orang tertentu diwajibkan untuk melaksanakan tindakan tertentu untuk alasan lain juga dari, apakah sebagai tradisi atau karena alasan sosial.
Kewajiban bervariasi dari orang ke orang: misalnya, orang yang memegang jabatan politik Umumnya akan memiliki lebih banyak kewajiban dari warga negara dewasa rata-rata, yang Sendiri akan memiliki lebih kewajiban dari seorang anak. Umumnya Kewajiban diberikan sebagai imbalan untuk peningkatan dalam hak-hak individu atau kekuasaan. Misalnya, kewajiban untuk kesehatan dan keselamatan di tempat kerja dari majikan kepada karyawan mungkin untuk Pastikan keluar api tidak diblokir atau Pastikan bahwa colokan dimasukkan ke dalam tegas.

Kewajiban Warga Negara Indonesia  :
–   Wajib menaati hukum dan pemerintahan. Pasal 27 ayat (1) UUD 1945 berbunyi :
segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan
dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.
–   Wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Pasal 27 ayat (3) UUD 1945
menyatakan  : setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya
pembelaan negara”.
–   Wajib menghormati hak asasi manusia orang lain. Pasal 28J ayat 1 mengatakan :
Setiap orang wajib menghormati hak asai manusia orang lain
–   Wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang. Pasal 28J ayat 2 menyatakan : “Dalam menjalankan hak dan kebebasannya,setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis.”
–   Wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Pasal 30 ayat (1) UUD 1945. menyatakan: “tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.”

Sumber
https://nurulhaj19.wordpress.com/hak-dan-kewajiban-warga-negara-indonesia/
https://en.wikipedia.org/wiki/Obligation
https://en.wikipedia.org/wiki/Rights

Saturday, June 18, 2016

Proses perubahan dan perkembangan organisasi

Perubahan Organisasi
Perubahan organisasi terjadi ketika sebuah perusahaan membuat transisi dari kondisi saat ini ke beberapa negara masa depan yang diinginkan. Mengelola perubahan organisasi adalah proses perencanaan dan pelaksanaan perubahan dalam organisasi sedemikian rupa untuk meminimalkan resistensi karyawan dan biaya untuk organisasi sekaligus memaksimalkan efektivitas upaya perubahan.

Proses perubahan dan perkembangan organisasi


  • Mengadakan Pengkajian : Dengan kita mengkaji ulang suatu sistem, kita dapat mengetahui apakah suatu organisasi tersbut dapat berjalan dengan baik atau tidak dengan memakai sistem yang lama. Jika tidak ada perubahan dalam organisasi tersebut kita dapat membuat suatu sistem yang lebih baik lagi. Perubahan yang terjadi di luar organisasi itu mencakup berbagai bidang, antara lain politik, ekonomi, teknologi, hukum, sosial budaya dan sebagainya.
  • Mengadakan Identifikasi : Yang perlu diidentifikasi adalah dampak perubahan perubahan yang terjadi dalam organisasi. Setiap faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan organisasi harus diteliti secara cermat sehingga jelas permasalahannya dan dapat dipecahkan dengan tepat.
  • Menetapkan Perubahan : Sebelum langkah-langkah perubahan diambil, pimpinan organisasi harus yakin terlebih dahulu bahwa perubahan memang harus dilakukan, baik dalam rangka meningkatkan kemampuan organisasi maupun dalam rangka mempertahankan eksistensi serta pengembangan dan pertumbuhan organisasi selanjutnya.
  • Menentukan Strategi : Apabila pimpinan organisasi yakin bahwa perubahan benar-benar harus dilakukan maka pemimpin organisasi harus segera menyusun strategi untuk mewujudkannya.
  • Melakukan Evaluasi : Untuk mengetahui apakah hasil dari perubahan itu bersifat positif atau negatif, perlu dilakukan penilaian. Apabila hasil perubahan sesuai dengan harapan berarti berpengaruh postif terhadap organisasi, dan apabila sebaliknya berarti negatif.
source: https://ismaan.wordpress.com/2015/05/19/perkembangan-dan-perubahan-organisasi/

Karakteristik Pengembangan Organisasi

Definisi

Pengembangan Organisasi adalah bidang penelitian, teori, dan praktek didedikasikan untuk memperluas pengetahuan dan efektivitas orang untuk mencapai perubahan organisasi yang lebih berhasil dan menambah performa.

Karakteristik


  • Kolaborasi: Pengembangan organisasi mendorong kerjasama yang tulus antara manajer dan karyawan dan anggota mengelola budaya dan proses.
  • Penyelesaian tugas: Berbagai macam tim dan kelompok memainkan peran penting bagi keberhasilan kegiatan pengembangan organisasi. Dengan demikian target juga bisa dicapai.
  • Sisi manusia dan sosial: Pengembangan organisasi berfokus pada kedua sisi manusia dan sosial. Dengan demikian, hal itu mengintervensi di sisi teknologi dan struktural
  • Partisipasi: Partisipasi dan keterlibatan manajer dapat membuat proses pengembangan organisasi sebuah kesuksesan. Ini membantu untuk bertukar pandangan terkait dengan pengembangan organisasi.
  • Perubahan sistem: Pengembangan organisasi berfokus pada perubahan total sistem. Karena setiap perubahan tidak bisa dihindari untuk keberhasilan setiap program pembangunan.
  • Fasilitasi: Ada tiga pihak untuk proses pengembangan organisasi. Mereka adalah fasilitator, kolaborator dan co-peserta didik dalam sistem klien. Kerjasama semua pihak tersebut dapat membantu organisasi untuk mengembangkan.
  • Model penelitian tindakan: kegiatan pembangunan Organisasi dilaksanakan mengikuti kesimpulan dan rekomendasi dari anggota penelitian tindakan yang berkaitan dengan sistem klien.
  • Pandangan perkembangan: Pengembangan organisasi mengambil pandangan perkembangan untuk kemajuan proses dan organisasi. Praktik lain dalam program pengembangan organisasi adalah untuk menciptakan win-win solution.


Teori Kepemimpinan

Teori Kepemimpinan

Definisi
Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi.Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah "melakukannya dalam kerja" dengan praktik seperti pemagangan pada seorang seniman ahli, pengrajin, atau praktisi.Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.

Teori-Teori

1) Great Man Theory
"Pemimpin dilahirkan dan tidak dibuat."

"Pemimpin besar akan muncul ketika ada kebutuhan besar."

Penelitian awal tentang kepemimpinan didasarkan pada studi tentang orang-orang yang sudah pemimpin besar. Orang-orang ini sering dari aristokrasi, seperti beberapa dari kelas bawah memiliki kesempatan untuk memimpin. Ini berkontribusi gagasan bahwa kepemimpinan itu ada hubungannya dengan pemuliaan.

Ide "Great Man" juga tersesat ke dalam domain mitos, dengan pengertian bahwa pada saat dibutuhkan, Pria Besar akan timbul, hampir dengan sihir. Ini adalah mudah untuk memverifikasi, dengan menunjuk orang-orang seperti Eisenhower dan Churchill, apalagi mereka lebih jauh ke belakang sepanjang waktu, bahkan untuk Yesus, Musa, Muhammad dan Buddha.

Teori "Great Man: awalnya diusulkan oleh Thomas Carlyle.

2)Trait Theory

"Orang dilahirkan dengan sifat-sifat yang diwariskan."

"Ada beberapa sifat yang sangat cocok untuk kepemimpinan.'

"Orang yang membuat pemimpin yang baik memiliki kombinasi sifat-sifat yang sesuai."

Penelitian awal tentang kepemimpinan didasarkan pada orang yang memiliki ciri-ciri atau sifat-sifat yang diwariskan. Perhatian demikian diletakkan untuk menemukan sifat-sifat ini, sering dengan mempelajari pemimpin yang sukses, tetapi dengan asumsi yang mendasari bahwa jika orang lain juga bisa ditemukan dengan ciri-ciri tersebut, maka mereka juga bisa juga menjadi pemimpin besar.

Stogdill (1974) mengidentifikasi sifat-sifat dan keterampilan berikut sebagai penting untuk pemimpin.

Sifat-sifat
  • Beradaptasi dengan situasi
  • Ambisius dan prestasi-berorientasi
  • Tegas
  • Dominan (keinginan untuk mempengaruhi orang lain)
  • Energik (tingkat aktivitas tinggi)
  • Percaya diri
  • Toleran terhadap stres
  • Bersedia mengambil tanggung jawab
Keterampilan
  • Pintar (cerdas)
  • Kreatif
  • Diplomatik dan bijaksana
  • Fasih dalam berbicara
  • Pengetahuan tentang tugas kelompok
  • Terorganisir (kemampuan administratif)
  • Persuasif

3)Cognitive Resource Theory
"Kecerdasan dan pengalaman dan sumber daya lainnya kognitif merupakan faktor dalam keberhasilan kepemimpinan."

"Kemampuan kognitif, meskipun signifikan tidak cukup untuk memprediksi keberhasilan kepemimpinan."

"Stres mempengaruhi kemampuan untuk membuat keputusan"

Teori Sumber Daya Kognitif memprediksi bahwa:

a) Kemampuan kognitif seorang pemimpin memberikan kontribusi terhadap kinerja tim hanya ketika pendekatan pemimpin adalah direktif.

Ketika pemimpin lebih baik berencana dan mengambil keputusan daripada tim, agar rencana dan keputusan mereka dilaksanakan, mereka harus memberitahu orang-orang apa yang harus dilakukan, bukan mengharap mereka akan membuatnya.

Ketika pemimpin tidak lebih baik dari orang dalam tim, maka pendekatan non-direktif lebih tepat, misalnya di mana mereka memfasilitasi diskusi terbuka di mana ide-ide dari tim dapat ditayangkan dan pendekatan yang terbaik diidentifikasi dan diimplementasikan

b) Stres mempengaruhi hubungan antara kecerdasan dan kualitas keputusan.

Ketika tingkat stres rendah, maka kecerdasan sepenuhnya fungsional dan membuat kontribusi yang optimal. Namun, selama tingkat stres tinggi, kecerdasantidak hanya membuat perbedaan, tetapi juga dapat memiliki efek negatif.
Salah satu alasan untuk ini mungkin bahwa orang yang cerdas mencari solusi yang rasional, yang mungkin tidak tersedia (dan mungkin salah satu penyebab stres). Dalam situasi seperti itu, seorang pemimpin yang tidak berpengalaman akan mengamil keputusan yang sulit.

c) Pengalaman secara positif berhubungan dengan kualitas keputusan di bawah tingkat stres yang tinggi.

Ketika ada situasi stres yang tinggi dan kecerdasan terganggu, pengalaman dari situasi yang sama atau serupa memungkinkan pemimpin untuk bereaksi dengan cara yang tepat tanpa harus berpikir hati-hati tentang situasi. Pengalaman pengambilan keputusan di bawah stres juga akan memberikan kontribusi untuk keputusan yang lebih baik daripada mencoba untuk mengatasi dengan daya otak sendiri.

d) Untuk tugas-tugas sederhana, kecerdasan pemimpin dan pengalaman pemimpin tidak relevan.

Ketika bawahan diberi tugas yang tidak perlu arahan atau saran, maka tidak jadi masalah seberapa bagusnya pemimpin dalam membuat keputusan, karena tugas mudah untuk dibuat, bahkan untuk bawahan, dan karenanya tidak memerlukan saran lebih lanjut.