Chauvinisme
Chauvinisme adalah patriotisme yang berlebihan dan kepercayaan agresif terhadap superioritas dan kemuliaan nasional. Sedangkan patriotisme dan nasionalisme mungkin mewakili kebanggaan yang moderat, chauvinisme sangat tidak masuk akal. Hal
ini dapat juga didefinisikan sebagai "keyakinan irasional terhadap
superioritas atau dominasi kelompok atau orang sendiri". Selain itu,
orang-orang chauvinis sendiri dipandang unik dan istimewa sementara
orang-orang lain dianggap lemah atau inferior.
Nasionalisme
Nasionalisme adalah konstruksi sosial multidimensi yang tercermin dalam identifikasi komunal dengan negara seseorang. Ini
adalah ideologi politik yang berorientasi pada perolehan dan
pemeliharaan pemerintahan sendiri, atau kedaulatan penuh, atas wilayah
yang memiliki makna historis bagi kelompok tersebut (seperti tanah
airnya). Oleh
karena itu, nasionalisme berpendapat bahwa sebuah negara harus mengatur
dirinya sendiri, bebas dari campur tangan luar yang tidak diinginkan,
dan terkait dengan konsep penentuan nasib sendiri. Nasionalisme
lebih berorientasi pada pengembangan dan pemeliharaan identitas
nasional berdasarkan karakteristik bersama seperti budaya, bahasa, ras,
agama, tujuan politik atau kepercayaan pada nenek moyang yang sama. [1]
[2] Oleh karena itu, nasionalisme berusaha untuk melestarikan budaya bangsa. Seringkali juga melibatkan rasa bangga terhadap prestasi bangsa, dan terkait erat dengan konsep patriotisme. Dalam
istilah ini, nasionalisme dapat dianggap positif atau negatif, dalam
beberapa kasus berarti bahwa suatu bangsa harus dapat mengendalikan
pemerintah dan segala cara produksi.
Nasionalisme itu sendiri adalah cinta akan tanah air serta paham
kebangsaan persatuan dan kesatuan bangsa. Sedangkan Chauvinisme adalah
kesetiaan atau rasa cinta kepada tanah air secara berlebih-lebihan.
Maka, disinilah letak perbedaan antara Nasionalisme dan Chauvinisme.
Perbedaan Nasionalisme seperti seorang Mahasiswa yang mencintai tanah
air dimana ia dilahirkan di Indonesia yang telah merdeka, oleh karena
itu ia menjaga dan melestarikan bumi pertiwi sebagai tanda bahwa ia
sangat mencintai tanah kelahirannya.
Seseorang yang mempunyai rasa cinta, maka ia akan mempertahankan apa
yang ia miliki, sama halnya dengan seseorang yang sangat mencintai
bangsa nya sendiri, ia pun akan merawat dan melindungi tanah airnya
dengan setulus jiwa raganya.
Perbedaan Chauvinisme banyak kita lihat salah satunya , Banyaknya
aksi demo yang dilakukan oleh massa buruh, petani bahkan para mahasiswa
yang memiliki jiwa intelektual, dimana seorang mahasiswa merupakan
calon generasi bangsa yang berintelektual memiliki hati nurani peduli
terhadap masyarakat sekitarnya.
Dewasa ini, aksi demo terjadi dimana-mana, mulai dari masalah politik,
korupsi bahkan kecerobohan sebuah perusahaan seperti Lumpur Sidoarjo
berakhir bencana, menyebabkan banyaknya masyarakat menjadi korban.
Karena masyarakat yang sangat mencintai tanah airnya, sehingga dicampur
tangankan oleh politik, mencoba untuk mengadu domba menghancurkan Negara
ini.
Seseorang yang memiliki jiwa Chauvinisme terkadang bertindak
diluar kendalinya.
Demi mempertahankan keutuhan tanah airnya, ia rela berkorban jiwa dan
raganya dengan cara berdemo untuk menyuarakan aspirasinya.
Friday, July 7, 2017
Pengaruh Aspek Ketahan Nasional pada Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
Ketahanan
Nasional adalah suatu kondisi dinamis suatu bangsa yang terdiri atas
ketangguhan serta keuletan dan kemampuan untuk mengembangkan kekuatan
nasional dalam menghadapi segala macam dan bentuk ancaman, tantangan,
hambatan dan gangguan baik yang datang dari dalam maupun luar, secara
langsung maupun yang tidak langsung yang mengancam dan membahayakan
integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta
perjuangan dalam mewujudkan tujuan perjuangan nasional.
Ketahanan
nasional merupakan kondisi dinamik yang dimiliki suatu bangsa, yang
didalamnya terkandung keuletan dan ketangguhan yang mampu mengembangkan
kekuatan nasional. Kekuatan ini diperlukan untuk mengatasi segala macam
ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang langsung atau tidak
langsung akan membahayakan kesatuan, keberadaan, serta kelangsungan
hidup bangsa dan negara. Bisa jadi ancaman-ancaman tersebut dari dalam
ataupun dari luar.
Adapun pengaruh yang diperoleh dari ketahanan nasional itu sendiri yaitu sebagai berikut :
Pengaruh Aspek Ideologi
Ideologi
adalah suatu sistem nilai yang merupakan kebulatan ajaran yang
memberikan motivasi. Dalam ideologi juga terkandung konsep dasar tentang
kehidupan yang dicita-citakan oleh suatu bangsa.
a. Liberalisme
b. Komunisme
c. FahamAgama
Ideologi Pancasila
Pancasila merupakan tatanan nilai yang digali/ dikristalisasikan dari nilai-nilai dasar budaya bangsa Indonesia
yang sudah sejak ratusan tahun lalu tumbuh berkembang dalam masyarakat
di Indonesia. Kelima sila Pancasila merupakan kesatuan yang bulat dan
utuh sehingga pemahaman dan pengamalannya harus mencakup semua nilai yang terkandung di dalamnya.
Ketahanan Pada Aspek Ideologi
Ketahanan ideologi
diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan ideologi bangsa Indonesia
yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan kekuatan
nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan dari Iuar negeri maupun dari dalam negeri, yang langsung maupun tidak langsung dalam rangka menjamin kelangsungan kehidupan ideologi bangsa dan negara Republik Indonesia.
Ketahanan Pada Aspek Politik
Ketahanan pada aspek politik diartikan sebagai kondisi dinamik
kehidupan politik bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang
mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi
dan mengatasi tantangan, gangguan, ancaman dan hambatan yang datang dari
luar maupun dari dalam negeri yang Iangsung maupun tidak Iangsung untuk menjamin kelangsungan hidup politik bangsa dan negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Pembukaan UUD 1945.
Subscribe to:
Posts (Atom)