Friday, July 7, 2017

Nasionalisme dan Chauvinisme

Chauvinisme
Chauvinisme adalah patriotisme yang berlebihan dan kepercayaan agresif terhadap superioritas dan kemuliaan nasional. Sedangkan patriotisme dan nasionalisme mungkin mewakili kebanggaan yang moderat, chauvinisme sangat tidak masuk akal. Hal ini dapat juga didefinisikan sebagai "keyakinan irasional terhadap superioritas atau dominasi kelompok atau orang sendiri". Selain itu, orang-orang chauvinis sendiri dipandang unik dan istimewa sementara orang-orang lain dianggap lemah atau inferior.

Nasionalisme

Nasionalisme adalah konstruksi sosial multidimensi yang tercermin dalam identifikasi komunal dengan negara seseorang. Ini adalah ideologi politik yang berorientasi pada perolehan dan pemeliharaan pemerintahan sendiri, atau kedaulatan penuh, atas wilayah yang memiliki makna historis bagi kelompok tersebut (seperti tanah airnya). Oleh karena itu, nasionalisme berpendapat bahwa sebuah negara harus mengatur dirinya sendiri, bebas dari campur tangan luar yang tidak diinginkan, dan terkait dengan konsep penentuan nasib sendiri. Nasionalisme lebih berorientasi pada pengembangan dan pemeliharaan identitas nasional berdasarkan karakteristik bersama seperti budaya, bahasa, ras, agama, tujuan politik atau kepercayaan pada nenek moyang yang sama. [1] [2] Oleh karena itu, nasionalisme berusaha untuk melestarikan budaya bangsa. Seringkali juga melibatkan rasa bangga terhadap prestasi bangsa, dan terkait erat dengan konsep patriotisme. Dalam istilah ini, nasionalisme dapat dianggap positif atau negatif, dalam beberapa kasus berarti bahwa suatu bangsa harus dapat mengendalikan pemerintah dan segala cara produksi.
 
Nasionalisme itu sendiri adalah cinta akan tanah air serta paham kebangsaan persatuan dan kesatuan bangsa. Sedangkan Chauvinisme adalah kesetiaan atau rasa cinta kepada tanah air secara berlebih-lebihan. Maka, disinilah letak perbedaan antara Nasionalisme dan Chauvinisme. Perbedaan Nasionalisme seperti seorang Mahasiswa yang mencintai tanah air dimana ia dilahirkan di Indonesia yang telah merdeka, oleh karena itu ia menjaga dan melestarikan bumi pertiwi sebagai tanda bahwa ia sangat mencintai tanah kelahirannya. Seseorang yang mempunyai rasa cinta, maka ia akan mempertahankan apa yang ia miliki, sama halnya dengan seseorang yang sangat mencintai bangsa nya sendiri, ia pun akan merawat dan melindungi tanah airnya dengan setulus jiwa raganya. Perbedaan Chauvinisme banyak kita lihat salah satunya , Banyaknya aksi demo yang dilakukan oleh massa buruh, petani bahkan para mahasiswa yang memiliki jiwa intelektual, dimana seorang mahasiswa merupakan calon generasi bangsa yang berintelektual memiliki hati nurani peduli terhadap masyarakat sekitarnya. Dewasa ini, aksi demo terjadi dimana-mana, mulai dari masalah politik, korupsi bahkan kecerobohan sebuah perusahaan seperti Lumpur Sidoarjo berakhir bencana, menyebabkan banyaknya masyarakat menjadi korban. Karena masyarakat yang sangat mencintai tanah airnya, sehingga dicampur tangankan oleh politik, mencoba untuk mengadu domba menghancurkan Negara ini. Seseorang yang memiliki jiwa Chauvinisme terkadang bertindak diluar kendalinya. Demi mempertahankan keutuhan tanah airnya, ia rela berkorban jiwa dan raganya dengan cara berdemo untuk menyuarakan aspirasinya.

No comments:

Post a Comment